Patrap (Dzikir) (8/9)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

 

Memasuki Keadaan Dzikir (Patrap Pertama)

Bila mungkin, carilah tempat atau ruangan, yang terbebas dari gangguan, agar bathin anda merasa aman dan tenang. Duduklah yang enak agar anda dapat mengendorkan otot-otot dan membebaskan ketegangan syaraf. Lepaskan ketegangan dan biarkan otot-otot menjadi lemas, sampai terasa tenang dan damai meresapi seluruh tubuh. Istirahatkan badan dan pasrahkan seluruh jiwa raga. Atau lakukanlah dengan posisi berdiri, hal ini dilakukan untuk menghindari mudah terlena dan tertidur ...

Kondisi tersebut sangat baik bagi tahap permulaan praktek latihan, tetapi setelah pengalaman hendaknya mampu melakukan pengendoran badan dan menenangkan pikiran dimana pun dan kapanpun anda memerlukannya. Ingat bahwa keadaan dzikir harus berada dibawah penguasaan kemauan yang keras. Didalam melakukan praktek dzikir harus diterapkan pada waktu yang tepat dan atas kemauan sendiri. Sadari bahwa Aku adalah hakiki nya manusia yang tidak pernah tidur - tidak mati - abadi, ... selalu sadar tidak pernah mengalami sedih dan takut ... Aku sang roh suci (fitrah) yang mampu menembus alam mimpi, alam malakut dan alam uluhiyah...

Sekarang anda memasuki tahapan yang menyebabkan Aku merasa sebagai makhluq mental. Kalau anda memejamkan mata anda akan merasakan dan bisa membedakan mana Aku yang sebenarnya ... disitu ada aku yang memperhatikan sensasi badan, seperti misalnya : lapar, haus, sakit, sensasi yang menyenangkan, kesedihan. Anda akan merasakan ternyata bukan aku sebenarnya yang lapar, sakit dan sedih, akan tetapi itu adalah sensasi peralatan atau instrumen yang dimiliki oleh sang Aku. Anda sebenarnya diluar atau diatas semua alat-alat tadi!! Maka dari itu anda harus melepaskan diri anda dari yang bukan hakiki, agar tidak diombang-ambingkan oleh peralatan anda sendiri. Sadari Aku adalah yang menguasai perasaan dan pikiran, jadilah tuan atas diri anda ... keluarlah anda seperti anda melepaskan baju, lalu tinggalkan & jangan anda memikirkan semuanya itu. Karena peralatan anda mempunyai bathin naluri yang akan bergerak menurut fungsinya. Perhatikan saat anda tidur ... Aku anda meninggalkan tubuh anda tanpa harus memikirkan bagaimana nantinya badanku, kenyataanya instrument tubuh bekerja menurut yang dikehendaki oleh nalurinya sendiri.

Sadarkan sang Aku. Hubungkan dengan dzat yang Maha Mutlak ... hadirlah dihadapan-Nya sebagaimana kesaksian Aku dialam 'Azali ... Panggillah ...penuh santun ya Allah ... ya Allah ... tundukkan jiwa anda dengan hormat ... dan datanglah kehadirat-Nya dengan terus memanggil ya Allah ...ya Allah ... timbulkan rasa cinta yang dalam ... hadirlah terus dalam dzikir ... biarkan sensasi pikiran dan perasaan melayang-layang ... Sadarkan dan kembalikan bahwa Aku bukan itu semua ... Aku adalah yang menyaksikan semuanya ... bersaksilah dengan mengucapkan dua kalimat syahadat ... sampaikan do'a salawat untuk Rasulullah .dan keluarganya. Teruskan Aku melayang menembus semua alam-alam yang menghalangi, biarkan Aku berjalan menuju Yang Maha tak Terhingga ... jangan perdulikan kebisingan diluar diri kita .. teruskan jangan berhenti sampai ada sambutan ... hingga dzikir anda akan berubah dengan sendirinya bukan dari rekayasa pikiran ... menjadi laa ilaaha illallah atau subhanallah ... Kalau sudah mencapai keadaan seperti ini ... dzikir anda ... akan terbawa saat anda bekerja ... menyetir mobil dan mengangkat takbir, saat shalat ataupun wudhu' ...

Suasana dzikir terus membekas dan menyebabkan hati menjadi tenang luar biasa, dzikir bukan lagi sebuah lafadz akan tetapi merupakan suasana ingat dan ihsan. Apabila keadaan dzikir anda sudah terasa menyelimuti hati ... pikiran ... dan badan anda, frekwensi getaran makin lama makin terasa ... dan semakin kuat rasa sambung kepada Allah. Hati anda semakin sensitif ... mudah menangis ... dan kadang tidak bisa ditahan saat anda membaca Alqu'an dan shalat walaupun anda tidak mengerti artinya.

Sensasi Yang Biasanya Muncul Saat Anda Berdzikir

Ketika anda menghadirkan atau menghubungkan diri anda dengan Allah, tiba-tiba muncul rasa haru ... merinding ... Badan terasa agak berat dan bergoncang ... seperti ada muatan getaran yang menyelimuti badan ... semakin kuat hubungan anda dengan Allah, maka akan semakin kuat getaran yang ditimbulkannya ... biarkan getaran itu mengalir ... dengan getaran itulah anda tidak lagi terganggu oleh pikiran dan khayalan yang melayang-layang ...

Adanya getaran merupakan tanda kesambungan anda dengan Allah ... biasanya anda tidak akan kuat menahan tangis yang tiba-tiba muncul ... Kadang anda akan dituntun shalat ...dituntun berdzikir ... dituntun bersujud. Biarkan jangan ditolak atau dilawan ... pasrahkan saja dengan ikhlas. Anda tidak akan mengalami rasa penat, capek dan jenuh walaupun itu terjadi berjam-jam lamanya. Sekalipun hal itu anda lakukan pada waktu malam hingga pagi .. tubuh rasanya menjadi segar dan tidak lemas ... bahkan terasa lebih rileks dan nyaman.

Semakin anda tekun berkomunikasi kepada Allah semakin halus getaran yang muncul. anda mungkin menjadi heran tatkala anda agak sulit marah, hati anda lebih terkendali tanpa ada penahanan atau pemaksaan. Hati menjadi lunak dan menimbulkan perangai yang sangat lembut. Hati terus menerus berdzikir bukan dari keinginan nafsu... dzikir itu muncul dari rasa Aku yang dalam... tiada bisa dibendung ...rasanya seperti ditarik oleh rasa kesambungan yang sangat kuat. kondisi seperti itu pikiran menjadi lemah tidak lagi liar seperti semula. Nafsu menjadi teredam dan istirahat ...yang ada tinggal rasa atau getaran iman yang dalam dan muncul tiada bisa dicegah...

Subject: [dzikrullah] PATRAP (DZIKIR) ... 8/9
Date: Wed, 13 Sep 2000 00:47:46 -0000
From: "sangkan " <patrap1@yahoo.com>

(sebelum, sesudah)


"Ya Allah, Ajari Kami Untuk Selalu Ingat Kepada-Mu, Bersyukur & Khusyu' Beribadah" (Al Hadits)


Dengan menjadi anggota keluarga Majelis Dzikrullah memahami seluruh artikel: Perjalanan Menuju Ilahi, Syari'at, Etika Islam, Hakikat Manusia, Jiwa, Hati, Berguru Kepada Allah, Membuka Hijab, Patrap/Dzikir, tanggapan & artikel lainnya ... Insya Allah anda akan mampu melaksanakan peribadatan secara kusyu' dalam kehidupan sehari-hari.

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team