Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis

ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota


PENYELENGGARAAN ILAHI DALAM TIGA PERAHU PENYELAMAT

Seorang imam duduk di muka meja dekat jendela menyiapkan khotbah tentang Penyelenggaraan Tuhan, ketika ia mendengar sesuatu seperti ledakan. Segera ia melihat orang lalu-lalang berlari-lari dalam kepanikan dan menemukan, bahwa bendungan telah meledak, sungai meluap dan rakyat sedang diungsikan.

Imam melihat air semakin tinggi di jalanan bawah. Ia merasa sedikit sulit menekan rasa panik yang mencengkam, tetapi ia berkata: "Di sini aku sedang menyiapkan khotbah tentang Penyelenggaraan Tuhan, dan aku mendapat kesempatan untuk mempraktekkan khotbahku. Aku tidak akan lari seperti lainnya. Aku akan tetap tinggal di sini dan percaya akan penyelenggaraan ilahi untuk menolong aku."

Ketika air sudah sampai di jendela, perahu penuh orang lewat. "Naiklah, pastor" teriak mereka. "Ah tidak anak," kata Pastor penuh percaya. "Aku percaya Penyelenggaraan Tuhan akan menolong aku."

Pastor memang betul naik ke atap, tetapi ketika air sampai di sana, seperangkat orang dalam perahu lewat, mendesak pastor agar naik, sekali lagi ia menolak.

Kali ini ia naik ke puncak menara lonceng. Ketika air sampai di lututnya, seorang petugas dalam perahu motor dikirim untuk menolongnya. "Terimakasih, saudara," kata Pastor dengan senyum tenang. "Aku percaya kepada Tuhan. Ia tidak akan meninggalkan aku."

Ketika pastor tenggelam dan naik ke surga, pertama-tama yang ia lakukan ialah mengeluh kepada Tuhan. "Aku percaya kepada-Mu. Mengapa Engkau tidak berbuat apa-apa untuk menolong aku."

"Ah," kata Tuhan. "Aku sudah mengirim perahu tiga kali."

(DOA SANG KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team