Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis

ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota


RAJAWALI DAN AYAM

Karena satu dan lain hal sebutir telor burung rajawali akhirnya sampai ke pojok suatu gudang tempat seekor ayam sedang mengerami telur-telurnya. Pada waktunya telur burung rajawali itu menetas bersama telur-telur ayam.

Waktu berlalu, anak rajawali itu dengan sendirinya mulai mengalami kerinduan untuk terbang, dan berkata kepada ibunya, sang ayam, "Kapan saya boleh belajar terbang?"

Ayam betina yang malang itu menyadari bahwa ia tidak dapat terbang dan sama sekali tidak mempunyai gambaran mengenai yang dilakukan oleh burung-burung dalam melatih terbang anak-anak mereka. Namun ia malu mengakui ketidakmampuannya, dan berkata, "Belum waktunya anakku. Saya akan mengajarimu kalau engkau sudah siap."

Bulan demi bulan berlalu dan burung rajawali muda itu mulai curiga, ibunya tidak dapat terbang. Namun ia tidak dapat merasa bebas dan terbang sendiri, karena kerinduannya yang besar untuk terbang sudah tercampur dengan rasa terima kasih terhadap burung yang telah menetaskannya.

(DOA SANG KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team