Doa Sang Katak

oleh Anthony de Mello SJ

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis

ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota


SATU KAKI DIJULURKAN KELUAR LINGKARAN

... banyak yang tidak bersungguh-sungguh ...

Sepasang pengantin yang sedang berbulan madu sedang menuju ke tempat tidur di hotel mereka ketika seorang perampok bertopeng masuk ke kamar mereka. Perampok itu membuat sebuah lingkaran di lantai dengan sebuah kapur, memberi isyarat kepada sang suami dan berkata, "Berdiri di lingkaran ini. Kalau engkau keluar dari lingkaran ini, saya akan menembak kepalamu."

Sementara sang suami berdiri di tempatnya, perampok itu mengambil semua barang yang dapat ia bawa dan memasukkannya ke dalam kantong. Ketika ia hendak pergi ia melihat pengantin putri yang cantik yang hanya terbungkus selembar kain. Ia menghampirinya, membunyikan radio, berdansa dengannya, memeluk dan menciuminya - dan hampir saja memperkosanya seandainya pengantin putri itu tidak melawannya dengan berani.

Ketika akhirnya perampok itu pergi, pengantin putri itu memandang suaminya dan berteriak, "Lelaki macam apa kau! Kau hanya diam terpaku di tengah-tengah lingkaran dan tidak melakukan sesuatu pun sementara saya hampir saja diperkosa!"

"Tidak benar kalau saya tidak melakukan sesuatu," protes si suami.

"Apa yang kaulakukan?"

"Saya menentang perintahnya. Setiap kali ia membelakangi saya, saya mengeluarkan kaki saya dari lingkaran!"

Bahaya yang siap kita hadapi adalah bahaya yang dapat kita hadapi dari jarak yang aman.

(DOA SANG KATAK 1, Anthony de Mello SJ,
Penerbit Kanisius, Cetakan 12, 1996)

Indeks Islam | Indeks Sufi | Indeks Artikel | Tentang Penulis
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Please direct any suggestion to Media Team