Pergolakan Pemikiran:
Catatan Harian Muslim Jerman

Murad Wilfred Hoffman

Ketika Hening Merebak di Oscodar

(Oscodar, 10 Agustus 1985)

Jika seseorang meneruskan pendakiannya ke lembah Bosfor menuju ketinggian yang cukup dekat Oscodar, maka ia akan melihat suatu bangunan yang indah, rumah ibadah para darwisy dari Uzbekistan, pengikut tarekat Naqsyabandiyah. Tarekat para darwisy dari Asia Tengah ini dideskripsikan dengan baik oleh Prof. Dr. Anne Mary Schimmel dalam bukunya Dimensi-dimensi Tasawuf dalam Islam.

Pada saat ini, rumah ibadah itu adalah milik wakaf yang diurus oleh para ketua syekh tarekat Naqsyabandiyah yang menamakan diri sebagai "keluarga Uzbek".

Rumah ibadah ini selalu mengalami renovasi. Di sampingnya terdapat tempat menginap untuk laki-laki dan untuk perempuan --yang masing-masing terpisah. Masjid kecil, dapur yang luas, halaman yang bernuansa romantis dengan mata air serta telaga, dan kuburan para darwisy yang luas menyemarakkan perkampungan ini.

Menurutku, tidak ada tempat yang sedamai, dan setenang tempat ini. Kehadiran kita di sana dapat menimbulkan kontemplasi. Sebab, tempat ini sangat jauh dari kebisingan dunia. Ia berdiri sendirian di luar batas waktu.

Jiwaku melayang-layang merenungkan bahwa suasana yang penuh kedamaian ini adalah penjelmaan doa seorang muslim ketika berjumpa dengan saudaranya sesama muslim yang terkandung dalam sapaan, "Assalamu'alaikum."

(sebelum, sesudah)


Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman
oleh Murad Wilfred Hoffman
Gema Insani Press, 1998
Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740
Tel.(021) 7984391-7984392-7988593
Fax.(021) 7984388
dikumpulkan dari posting sdr Hamzah (hamzahtd@mweb.co.id) di milis is-lam@isnet.org

Indeks artikel kelompok ini | Disclaimer
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Dirancang oleh MEDIA, 1997-2001.
Hak cipta © dicadangkan.