Pergolakan Pemikiran:
Catatan Harian Muslim Jerman

Murad Wilfred Hoffman

Istigfar Ketika Menang

(Roma, 15 Oktober 1984)

Di tengah-tengah perjalanan pulang dari ceramah yang kusampaikan di akademi pertahanan yang berada di bawah naungan NATO tentang "Opini Umum dan Pertahanan", aku mendapatkan waktu luang di Bandara Fiomichino untuk menelaah surat al-Nashr (surat ke-110). Dulu aku pernah mengenal teks dan makna surat ini, namun aku khawatir salah mengucapkannya. Lain, aku segera menemui lelaki yang bertopi tarbusy ala Tunisia di ruang pemberangkatan sambil mengucap salam, "Assalamu'alaikum."

Ketika ia mengetahui maksudku, ia segera membaca surat al-Nashr, "Jika datang pertolongan Allah dan kemenanganNya....", seakan-akan ia sudah menunggu permintaan ini dariku.

Sesuai dengan ayat terakhir surat ini, Allah memerintahkan umat Islam agar tidak diliputi rasa bangga yang berlebihan saat kemenangan menghampiri, bahkan diperintahkan agar beristigfar dengan penuh khusyu.

Betapa mencengangkan prinsip ini. Sejarah diplomasi akan berbeda seandainya para politikus memegang teguh nasihat ini, "Bukankah Perang Dunia II bisa dihindari, apabila Clemenso dan Juan Care sungguh-sungguh melaksanakan isi surat al-Nashr pada tahun 1919 daripada membalas dendam kepada Jerman?"

(sebelum, sesudah)


Pergolakan Pemikiran: Catatan Harian Muslim Jerman
oleh Murad Wilfred Hoffman
Gema Insani Press, 1998
Jl. Kalibata Utara II No.84 Jakarta 12740
Tel.(021) 7984391-7984392-7988593
Fax.(021) 7984388
dikumpulkan dari posting sdr Hamzah (hamzahtd@mweb.co.id) di milis is-lam@isnet.org

Indeks artikel kelompok ini | Disclaimer
ISNET Homepage | MEDIA Homepage | Program Kerja | Koleksi | Anggota

Dirancang oleh MEDIA, 1997-2001.
Hak cipta © dicadangkan.